Integrity Headless CMS Integrity Indonesia (/id/id/)
efishery scandal kasus efishery
Artikel

Kasus eFishery: Peran Whistleblower Ungkap Kecurangan

putri pertiwi
• 5 min read
CMS Editor Preview

efishery scandal kasus efisheryBaru-baru ini, dunia startup Indonesia dikejutkan oleh dugaan kasus kecurangan laporan keuangan yang melibatkan eFishery, sebuah unicorn startup di bidang akuakultur. Laporan menyebutkan bahwa perusahaan tersebut diduga telah memanipulasi 75% dari total angka penjualannya. Skandal ini menimbulkan kekhawatiran serius mengenai tata kelola perusahaan dan integritas keuangan di sektor teknologi yang sedang berkembang pesat.

Sebelum kasus eFishery, pernah terjadi kasus kecurangan yang melibatkan startup lainnya yaitu TaniFund dan Investree yang seharusnya menjadi pelajaran bagi investor dan startup untuk menyusun strategi mitigasi guna mencegah terulangnya kasus serupa di masa depan.

Kasus eFishery menjadi sebuah pukulan telak lantaran nilai kerugiannya yang fantastis.  Kasus ini tidak hanya menyebabkan kerugian finansial bagi investor, tetapi juga mengikis kepercayaan publik, mengancam daya tarik Indonesia sebagai tujuan investasi teknologi, dan menimbulkan pertanyaan serius tentang integritas ekosistem startup secara keseluruhan. 

Kecurangan Laporan Keuangan eFishery dan Whistleblower

eFishery, yang memiliki valuasi sebesar USD 1,4 miliar atau setara Rp 22,75 triliun setelah memperoleh pendanaan USD 200 juta dalam putaran Seri D tahun 2023, diduga terlibat dalam pemalsuan laporan keuangan. Investigasi media menemukan bahwa startup ini memiliki dua versi laporan keuangan; eksternal dan internal. Laporan eksternal disajikan kepada pihak luar, seperti dewan direksi, pemegang saham, bank, dan auditor, sementara laporan internal mencerminkan kondisi keuangan sebenarnya.

Salah satu bentuk kecurangan yang terungkap adalah manipulasi angka penjualan hingga 75% untuk menarik investor. Angka yang digelembungkan tersebut mencapai hampir USD 600 juta atau setara Rp 9,74 triliun. Selain itu, jumlah perangkat smart feeder yang beroperasi ternyata jauh lebih sedikit dibandingkan dengan klaim perusahaan. eFishery mengaku memiliki lebih dari 400.000 unit tempat pakan ikan yang beroperasi, namun penyelidikan awal memperkirakan hanya sekitar 24.000 perangkat yang benar-benar berfungsi. Praktik kecurangan ini diduga telah berlangsung sejak 2018 dan dilakukan oleh manajemen untuk menarik lebih banyak investor dan memperoleh pendanaan yang lebih besar.

Menariknya, meskipun eFishery diaudit secara rutin oleh firma akuntansi terkemuka seperti PwC dan Grant Thornton, tanda-tanda kecurangan ini tidak terdeteksi. Justru, laporan dari seorang whistleblower menjadi kunci dalam mengungkap skandal ini, seperti dilaporkan oleh The Strait Times

Banyak dari kasus-kasus kecurangan, termasuk kecurangan laporan keuangan, yang terungkap berkat keberanian karyawan atau individu internal organisasi. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya peran pelapor kecurangan atau whistleblower.

Jangan biarkan dugaan kecurangan merusak kepercayaan.
Lindungi bisnis Anda dengan layanan investigasi Integrity Indonesia untuk memastikan setiap fakta terungkap jelas.

Kasus Kecurangan Laporan Keuangan Lainnya

Kecurangan laporan keuangan sudah banyak menimpa berbagai perusahaan di seluruh dunia. Salah satu kasus paling terkenal adalah skandal Enron di awal tahun 2000-an. Enron, yang dulunya merupakan salah satu perusahaan energi terbesar di Amerika Serikat, terlibat dalam praktik kecurangan untuk menyembunyikan kerugian dan meningkatkan harga sahamnya. Kasus ini juga melibatkan auditor ternama kala itu, Arthur Andersen, yang kemudian dinyatakan bersalah karena berkolusi dengan CFO Enron dalam memanipulasi laporan keuangan.

Kasus lainnya adalah skandal Wirecard di Jerman, di mana startup payment gateway ini ditemukan telah menggelembungkan neraca keuangannya sebesar €1,9 miliar. Seperti Enron, skandal ini juga terungkap berkat laporan whistleblower. Dalam kasus ini, Ernst & Young (EY) berperan sebagai auditor yang bertanggung jawab atas laporan keuangan Wirecard, namun mereka gagal mendeteksi kecurangan yang terjadi.

Celah yang Menunjukkan Pentingnya Whistleblower 

Dari kasus-kasus kecurangan laporan keuangan yang telah dibahas, dapat disimpulkan bahwa terdapat beberapa celah potensial yang harus diwaspadai oleh investor dan startup, sehingga peran whistleblower menjadi sangat penting. Beberapa celah tersebut antara lain:

  • Kelalaian Auditor. 

Dalam kasus Wirecard, EY dinyatakan bersalah karena lalai dalam mendeteksi manipulasi laporan keuangan. Hal ini menunjukkan bahwa auditor, meskipun memiliki reputasi baik, masih ada kemungkinan gagal mengidentifikasi kecurangan. Whistleblower dapat memberikan informasi yang tidak terlihat oleh auditor, sehingga membantu mengungkap praktik tidak etis.

  • Kompleksitas Struktur Keuangan

Dalam kasus Enron, perusahaan sering kali menggunakan struktur keuangan yang kompleks. Contohnya, Mereka sering kali melaporkan pendapatan dari kontrak yang belum menghasilkan uang, sehingga angka pendapatan mereka tampak lebih tinggi dari yang sebenarnya. Whistleblower yang memiliki pemahaman mendalam tentang operasi internal perusahaan dan dapat memberikan wawasan yang berharga tentang praktik yang mencurigakan.

  • Konflik kepentingan

Dalam beberapa kasus, eksekutif perusahaan mungkin terlibat dalam kecurangan untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Whistleblower dapat membantu mengungkap konflik kepentingan yang mungkin tidak terlihat oleh pihak luar.

  • Kolusi

Manajemen dapat berkolusi dengan auditor untuk mengeluarkan laporan audit yang menguntungkan, seperti pada kasus Enron. Kemungkinan lainnya, orang yang bertanggung jawab dalam akuisisi dapat berkolusi dengan seorang individu yang bertanggung jawab untuk mencatat transaksi. Whistleblower berfungsi sebagai pengawas internal yang dapat mengungkap praktik kolusi semacam itu.

Whistleblowing Platform yang Kuat

Penting bagi organisasi secara umum untuk mendukung dan memberikan perhatian lebih kepada whistleblower. Organisasi dapat menerapkan langkah-langkah berikut untuk memiliki sistem whistleblowing yang kuat:

  • Saluran Pelaporan yang Aman

Perusahaan harus menyediakan saluran yang aman dan menjaga kerahasiaan identitas whistleblower. Berdasarkan laporan Occupational Fraud: Report to the Nations 2024, sebanyak 43% kasus terungkap berkat laporan dari pelapor (whistleblower). Jumlah ini lebih dari tiga kali lipat dibandingkan metode deteksi lainnya— audit internal (14%) dan tinjauan manajemen (13%). Saluran whistleblowing dapat berupa hotline, aplikasi, atau platform daring yang aman.

Melalui Canary Whistleblowing System, Integrity Indonesia menghadirkan kombinasi beberapa saluran pelaporan yang terpusat pada aplikasi situs web sehingga meningkatkan aksesibilitas terhadap laporan, dengan tetap memastikan kerahasiaan whistleblower.

Hubungi kami di sini atau melalui info@integrity-asia.com untuk informasi terperinci tentang Canary Whistleblowing System dan layanan kepatuhan lainnya.

  • Perlindungan Terhadap Whistleblower.

Penting untuk menjamin bahwa whistleblower tidak akan menghadapi diskriminasi setelah melaporkan kesalahan. Kebijakan yang jelas harus diterapkan untuk memastikan perlindungan mereka.

  • Pelatihan dan Kesadaran.

Perusahaan harus mengadakan program pelatihan untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pelaporan whistleblowing dan bagaimana cara melakukannya. Karyawan perlu memahami bahwa melaporkan kecurangan adalah bagian dari tanggung jawab mereka.

  • Tindak Lanjut yang Transparan.

Setelah laporan diterima, perusahaan harus memastikan bahwa ada tindak lanjut yang transparan dan akuntabel. Whistleblower harus diberitahu tentang hasil investigasi dan langkah-langkah yang diambil untuk menangani masalah tersebut. Ketika whistleblower melihat bahwa laporan mereka ditindaklanjuti dengan serius dan transparan, mereka akan merasa dihargai dan didengar. Hal ini juga menunjukkan kepada karyawan lain bahwa perusahaan berkomitmen untuk menangani masalah etika dan kecurangan.

Kasus eFishery dan skandal fraud lainnya menunjukkan bahwa melindungi dan menghargai peran whistleblower adalah langkah penting untuk mendeteksi kecurangan sedini mungkin. Semakin dini kecurangan terdeteksi, semakin besar potensi kerugian yang dapat dicegah.

 

Foto Freepik