Integrity Headless CMS Integrity Indonesia (/id/id/)
Artikel

Turnover Gen Z dan Pentingnya Employment Background Screening

putri pertiwi
• 5 min read
CMS Editor Preview

Rekrutmen di era modern semakin menantang. Para perekrut menghadapi dinamika baru ketika Generasi Z (Gen Z) mulai mendominasi angkatan kerja. Walaupun Gen Z dikenal adaptif, tech-savvy, dan cepat belajar, generasi ini juga membawa tantangan besar yaitu tingkat turnover yang jauh lebih tinggi dibandingkan generasi sebelumnya.

Bagi perusahaan, khususnya yang sedang berkembang, tingginya turnover bukan hanya masalah operasional, melainkan masalah strategis yang dapat memengaruhi stabilitas tim, biaya rekrutmen, hingga keberlangsungan bisnis. Lalu, mengapa fenomena ini terjadi, dan apa yang bisa dilakukan oleh para perekrut?

Tantangan Merekrut Gen Z

Penting bagi perusahaan memahami karakteristik Gen Z dan perubahan pola kerja yang mereka bawa.

1. Gen Z tumbuh di era digital dan perubahan cepat

Gen Z adalah kelompok yang lahir antara tahun 1995–2009, masa ketika internet, smartphone, dan teknologi berkembang sangat pesat. Sejak kecil, mereka terbiasa belajar secara mandiri, multitasking, dan berpindah dari satu platform atau aktivitas ke aktivitas lain dengan cepat.

Kebiasaan ini secara tidak langsung membuat mereka:

  • lebih cepat bosan,
  • menginginkan perkembangan instan,
  • mudah berpindah jika merasa tidak cocok.

Tidak mengherankan jika siklus kerja mereka berbeda dari generasi sebelumnya.

2. Tingkat turnover Gen Z terbukti lebih tinggi

Menurut situs sebuah situs rekrutmen ternama, Gen Z cenderung berganti pekerjaan dalam periode waktu yang paling singkat (1-3 bulan) (31,82%) dibandingkan dengan Gen X dan Gen Y. Dikutip dari situs Prachachat, Dr. Thitima Chaimongkol, Peneliti, Ahli Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Pendiri Researcher Thailand, menemukan masalah tingkat ‘turnover’ pekerja Gen Z yang tinggi. Biasanya, tingkat turnover dalam organisasi dan perusahaan di Thailand sekitar 10%. Namun, ketika generasi ini memasuki usia kerja, jumlah ini melonjak menjadi 12-15%.

Kenaikan ini dianggap cukup signifikan, terutama dalam konteks perusahaan kecil dan menengah (UKM) yang biasanya memiliki sumber daya terbatas untuk rekrutmen ulang.

Dampak Tingginya Turnover bagi Perusahaan

Bagi perusahaan, turnover bukan sekadar angka. Setiap karyawan yang keluar membawa konsekuensi nyata:

Biaya rekrutmen meningkat

Proses mencari kandidat, wawancara, onboarding, dan pelatihan membutuhkan biaya, waktu, dan tenaga. Semakin tinggi turnover, semakin besar biaya yang harus dikeluarkan perusahaan.

Produktivitas menurun

Tim yang kekurangan anggota biasanya mengalami penurunan output. Setiap pergantian karyawan juga berarti penyesuaian ulang dalam workflow.

Kerusakan budaya kerja

Turnover yang tinggi dapat menurunkan semangat kerja dan menciptakan ketidakstabilan internal.

Oleh karena itu, meminimalkan risiko turnover sejak awal proses rekrutmen menjadi hal yang sangat penting. Meski Gen Z memiliki potensi besar, perusahaan harus memastikan bahwa kandidat yang direkrut:

  • memiliki komitmen,
  • cocok dengan budaya kerja,
  • memiliki rekam jejak baik,
  • memiliki motivasi yang selaras dengan peran.

Masalahnya, informasi tersebut tidak selalu terlihat dari CV atau sesi wawancara. Inilah mengapa banyak perusahaan kini mengandalkan pemeriksaan latar belakang prakerja (pre-employment screening) sebagai bagian penting dalam proses rekrutmen modern.

Peran Employment Background Screening dalam Mengurangi Risiko Turnover

Pemeriksaan latar belakang bukan hanya tentang keamanan atau memverifikasi data kandidat. Untuk menghadapi tingginya turnover Gen Z, screening dapat membantu perusahaan:

1. Menilai konsistensi riwayat kerja

Sering kali kandidat mengklaim memiliki pengalaman tertentu, namun rekam jejak sebenarnya berbeda. Verifikasi riwayat pekerjaan membantu perekrut memahami pola kerja kandidat: apakah stabil, sering berpindah, atau memiliki catatan performa buruk.

2. Memastikan kandidat cocok dengan budaya perusahaan

Mismatched culture adalah salah satu alasan utama Gen Z keluar dalam 3–6 bulan pertama. Dengan pemeriksaan yang tepat, perusahaan dapat menilai apakah kandidat memiliki nilai dan etos kerja yang sesuai.

3. Mengidentifikasi potensi risiko sejak awal

Screening dapat mencakup:

  • verifikasi pendidikan,
  • pemeriksaan catatan kriminal,
  • pengecekan referensi,
  • pengecekan reputasi digital.

Tidak jarang kandidat melebih-lebihkan pengalaman mereka. Ketidaksesuaian riwayat kerja dapat menjadi indikator bahwa kandidat mungkin tidak stabil atau tidak jujur, dua hal yang sangat terkait dengan risiko turnover tinggi. Semua informasi ini membantu perusahaan membuat keputusan rekrutmen secara lebih akurat.

4. Membantu perekrut memilih kandidat yang memiliki motivasi jangka panjang

Screening prakerja membantu perekrut memahami apakah kandidat Gen Z memiliki riwayat kerja, sikap, dan motivasi yang menunjukkan bahwa mereka cenderung bertahan dan berkembang di perusahaan, bukan resign dalam waktu singkat.

Layanan Employment Background Screening dari Integrity Indonesia

Integrity Indonesia menyediakan layanan pemeriksaan latar belakang prakerja yang komprehensif dan akurat untuk membantu perusahaan memilih talenta terbaik sejak awal.

Layanan ini mencakup:

  • verifikasi identitas dan dokumen,
  • pengecekan riwayat pekerjaan,
  • verifikasi pendidikan,
  • pengecekan referensi profesional,
  • pemeriksaan catatan kriminal (jika diperlukan),
  • pengecekan reputasi digital,
  • validasi kredensial dan sertifikasi.
  • dan pemeriksaan lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.

Dengan informasi lengkap dan valid, perusahaan dapat:

  • mengurangi risiko salah rekrut,
  • memilih kandidat yang lebih stabil,
  • menekan biaya turnover,
  • meningkatkan efektivitas proses rekrutmen.

Tingkat turnover Gen Z yang tinggi bukan sesuatu yang bisa dihindari begitu saja. Namun, perusahaan dapat mengelola risikonya dengan memastikan proses rekrutmen dilakukan lebih selektif, terstruktur, dan berbasis data.

Pemeriksaan latar belakang prakerja memberi perusahaan peluang lebih besar untuk menemukan kandidat yang tidak hanya memiliki kemampuan, tetapi juga memiliki komitmen dan karakter yang tepat untuk berkembang dalam jangka panjang.

Hubungi kami dengan mengisi formulir yang tersedia atau pelajari layanan kami di sini.

 

Baca Juga:

75% Perusahaan Alami Bad Hires, Apa Saja Penyebabnya?

4 Upaya yang Bisa Dilakukan Perusahaan Mengatasi Tingginya Turnover Tenaga sales

 

Photo by Unsplash