Integrity Headless CMS Integrity Indonesia (/id/id/)
sistem whistleblowing whistleblowing system
Artikel

Sistem whistleblowing mencegah kejahatan kerah putih

putri pertiwi
• 3 min read
CMS Editor Preview

whistleblowing systemTidak seperti kejahatan terorganisir atau bentuk jaringan kriminal lainnya, kejahatan kerah putih terjadi ketika individu memanfaatkan peluang yang ada di perusahaan yang menjalankan bisnis yang sah. Kejahatan yang disamarkan oleh bisnis yang sah menciptakan area abu-abu yang sulit dideteksi. Oleh karena itu, pencegahan dan penanggulangan kejahatan semacam ini memerlukan pendekatan yang berbeda.

Whistleblower atau individu pelapor adalah mereka yang mengungkapkan atau melaporkan informasi atau kegiatan ilegal atau tidak etis. Laporan whistleblower di dalam perusahaan diperlukan untuk mendeteksi kejahatan semacam ini.

Peran whistleblower

Banyak kasus kejahatan kerah putih terungkap untuk membuktikan pentingnya peran whistleblower, salah satunya kasus Volkswagen ‘Dieselgate’ 2015. Badan Perlindungan Lingkungan melaporkan dugaan manipulasi emisi oleh raksasa otomotif Jerman tersebut. Dugaan tersebut disampaikan setelah EPA menerima laporan hasil penelitian yang dilakukan oleh seorang insinyur, Hemanth Kappanna, bersama timnya yang mengerjakan proyek studi emisi. Dari hasil penelitian tersebut, Kappanna menemukan kejanggalan pada angka emisi.

Contoh lain adalah skandal Theranos pada 2015. Salah satu karyawannya, Tyler Shultz, melaporkan penipuan yang disaksikannya kepada pihak berwajib, yang ditindaklanjuti dengan penyelidikan. Mantan pendiri Theranos Inc. dan bintang Silicon Valley Elizabeth Holmes dinyatakan bersalah menipu investor dan pasien tentang peluncuran tes darahnya.

Pentingnya sistem whistleblowing

Semakin banyak perusahaan dari berbagai latar belakang industri yang menyadari pentingnya whistleblower dalam pencegahan kejahatan kerah putih. Volkswagen misalnya, setelah Dieselgate terungkap, mereka mulai membenahi sistem whistleblowing dan budaya perusahaan.

Organisasi nirlaba yang peduli dengan perdagangan satwa liar juga mulai menyadari pentingnya peran pelapor dalam mencegah perdagangan satwa liar. Mereka mulai mendorong perusahaan yang terkait dengan industri satwa liar untuk menerapkan sistem whistleblowing. Setiap staf fasilitas penangkaran, toko hewan peliharaan, dan toko persediaan terkait dapat menentukan apakah seekor hewan benar-benar dibesarkan di penangkaran, atau diambil dari alam liar dan kemudian diselundupkan ke dalam rantai pasokan yang sah. Dan mereka akan dapat menyampaikan kekhawatiran atau peringatan mereka dengan aman dan terjamin melalui sistem pelaporan pelanggaran.

Sering kali melaporkan tindakan ilegal bukanlah keputusan yang mudah bagi seorang individu karena mereka seringkali harus menghadapi konsekuensi yang berat, seperti dikucilkan, dipecat, diancam, dan sebagainya. Dengan menerapkan sistem whistleblowing, perusahaan pada dasarnya akan berpegang pada prinsip keterbukaan. Melalui sistem whistleblowing, pelapor dapat menyampaikan kekhawatirannya dengan perasaan nyaman dan aman.

Integrity Asia, sebuah perusahaan dengan pengalaman dua dekade bekerja di bidang kepatuhan, menyediakan layanan whistleblowing untuk klien dari berbagai latar belakang bisnis. Melalui Canary Whistleblowing System kami, Integrity Asia menghadirkan kombinasi beberapa saluran pelaporan yang terpusat pada aplikasi website sehingga meningkatkan aksesibilitas klien kami terhadap laporan, dengan tetap memastikan anonimitas pelapor. Jika perusahaan Anda siap menangani sistem pelaporan pelanggaran dengan serius, hubungi kami hari ini!

[vc_btn title=”Contact Us for Whistleblowing System” color=”danger” size=”lg” align=”center” i_icon_fontawesome=”fa fa-envelope-o” add_icon=”true” link=”url:https%3A%2F%2Fcanary-whistleblowing.com%2Fcontact%2F|title:Contact%20Us||”]

 

 

Putri

Photo by niu niu on Unsplash